Pengantar:
Ini tulisan mas Theo yang saat ini sedang getol studi psikologi. Topiknya menarik, tentang aborsi ditinjau dari efek psikologis.
Ada kejutan dalam tulisan ini, yaitu terungkapnya data tentang jumlah kasus aborsi di Indonesia yang ternyata sangat tinggi, menelan hampir sepertiga jumlah seluruh kasus aborsi dunia. Wow…
Judul: Aborsi Harus Dicegah!
Oleh: Theo (Theodorus)
Ketika kita mendengar kata aborsi, apa yang kita pikirkan? Aborsi sekarang bukan lagi merupakan topik yang enggan dan tabu untuk dibicarakan. Sekarang, kita hidup di zaman yang mengagung-agungkan kebebasan. Bahkan sampai ke tingkat ekstrim; Aborsi yang dahulunya sama sekali ditolak, sekarang telah menjadi alternatif bagi mereka yang menginginkan seks tanpa dibebani masalah membesarkan anak. Sementara di sisi lain banyak orang yang sangat menginginkan anak dan telah mencoba dengan berbagai macam cara untuk mendapatkan anak itu, misalnya dengan cara terapi hormon atau bahkan bayi tabung dsb. Namun demikian, lebih banyak orang yang menganggap bahwa anak adalah beban hidup yang harus dihilangkan.
Tulisan ini, dengan metode komparatif argumentatif akan mencoba menerangkan mengapa pencegahan aborsi merupakan hal yang mutlak diperlukan. Untuk tujuan itu, tulisan ini membatasi diri pada efek psikologis dari aborsi, karena efek medisnya sudah cukup kentara. Misalnya saja kerusakan serviks, kanker rahim, rusaknya indung telur, dan banyak kerusakan-kerusakan lain yang sulit diperbaiki begitu kerusakan ini terjadi. Oleh karena itu tulisan ini akan membahas definisi aborsi, penyebab atau pendorong terjadinya, serta efek-efek psikologis aborsi yaitu kehilangan harga diri, mimpi buruk tentang bayi, teriak histeris, mencoba bunuh diri, memakai narkoba dan tidak bisa lagi menikmati hubungan seksual, yang akan dibahas lebih dalam lagi.
Menurut definisi WHO, aborsi yang tidak aman adalah , ”penghentian kehamilan yang tidak diinginkan yang dilakukan oleh tenaga tidak terlatih, atau tidak mengikuti prosedur kesehatan, atau kedua- duanya (dalam Januar,2007). Jika memang demikian, adakah aborsi yang aman? Supadmiati (2007) berpendapat bahwa proses aborsi beresiko sangat tinggi bagi si Ibu, baik aborsi dilakukan sendiri atau dengan pertolongan orang lain. Meski dengan bantuan medis yang aman, aborsi tetap berdampak pada kerusakan rahim, pendarahan hingga kematian.Lebih–lebih secara psikis, ibu akan dihantui rasa bersalah dan berdosa sepanjang hidupnya (Supadmiati,2007). Dari sini, dapatlah diketahui bahwa bagaimanapun juga, aborsi tidaklah aman secara medis fisik maupun secara mental psikologis.
Namun ironisnya, aborsi tampaknya sedang menjadi trend di Indonesia. Menurut perkiraan WHO, ada 4,2 juta aborsi dilakukan per tahun, 750.000-1,5 juta dilakukan di Indonesia, 2.500 orang diantaranya berakhir dengan kematian (dalam Januar, 2007).
Telah ada banyak tulisan dan buku- buku yang ditulis mengenai aborsi. Selain beberapa buku yang lebih mementingkan ‘toleransi’ daripada keselamatan aktual, sebagian besar setuju bahwa aborsi membawa efek buruk bagi pelakunya, baik secara fisik maupun mental. Akan tetapi, semuanya itu tidak mengurangi minat keliru masyarakat pada aborsi. Apakah penyebabnya? Mengapa ada kaum feminis yang, “menerima bahwa fetus adalah manusia, tetapi bila bayi tidak dikehendaki, itu karena bayi bagaikan pencuri yang masuk ke rumah Anda…” (Danes, S., Christopher, D.,2000), sehingga secara eksplisit mengijinkan terjadinya abosi ‘bersyarat’? Bukan hanya itu saja, Teichman (1998) dalam buku Etika Sosial menulis, “Di Barat aborsi memang tidak diterima sebagai metode pembatasan kelahiran, tetapi diterima sebagai sandaran kalau kontrasepsi gagal. Aborsi juga tidak dibela sebagai cara mengekang pertumbuhan populasi, sebagaimana lazimnya, meskipun ada juga efeknya dalam rata- rata kelahiran.
…, sejauh mereka melihat pembatasan kelahiran sebagai gagasan yang baik, mereka menganggapnya sebagai terutama relevan bagi orang – orang yang hidup untuk kesejahteraan.” (Teichman,1998). Semua ini menunjukkan, bahwa aborsi telah menjadi budaya yang menduia walaupun hal itu tidak diakui.
Ada 3 penyebab dan pendorong terjadinya aborsi yaitu: Berkurangnya bahaya kematian akibat aborsi karena kemajuan teknologi, membuat orang yang dulunya tidak melakukan aborsi karena takut mati, kini mempertimbangkannya sebagai jalan pintas.
Jika ada orang yang mau melakukan aborsi, tetapi tidak ada dokter atau bidan dan dukun beranak yang mau melakukannya, abosi tidak akan terjadi. Oleh karena itu, dokter, bidan dan dukun itu juga mempunyai andil besar dalam pengaborsian. Aborsi hanya bisa terjadi jika orang- orang seperti mereka melupakan sumpahnya dan mau melanggar HAM.
Adanya media massa dan Internet yang mendorong terjadinya pergaulan bebas diantara remaja merupakan faktor yang besar. Menurut Nadesul (2008) dalam bukunya Cara Sehat Menjadi Perempuan, aborsi disebabkan karena pergaulan semakin banyak yang berbuah kehamilan yang tidak diinginkan walaupun tindakan aborsi sendiri tidak dilegalkan (Nadesul,2008).
Jikalau efek fisik aborsi tidak terlalu terasa ataupun diperhatikan karena efeknya terhitung sementara, efek psikologis aborsi bisa membuat si ibu menjadi gila. Ini adalah akibat seumur hidup yang dirasakan baik oleh ibu yang melakukan aborsi terpaksa, dimana janin dikorbankan untuk menjaga nyawa ibu, maupun oleh mereka yang melakukan aborsi konsensual atau aborsi sukarela. Biasanya ibu yang aborsinya terpaksa lebih berkemungkinan sembuh daripada yang melakukan aborsi sukarela.
Seperti yang telah disebutkan, efek psikologis aborsi antara lain: Kehilangan Harga Diri: Orang yang tidak melakukan aborsi umumnya mempunyai citra diri yang lebih positif dibandingkan orang yang pernah melakukan aborsi. Jika hal ini diketahui umum, akan ada sanksi sosial berupa penggunjingan dan pengucilan Walaupun aborsi itu tidak diketahui oleh orang lain, orang yang melakukannya akan memandang rendah dirinya sendiri karena aib pembunuhan bayi yang dilakukannya itu. Orang yang tidak melakukan aborsi mungkin memang akan mengalami masa-masa sulit. Akan tetapi, jika ada dukungan dari keluarga dan tanggung jawab dari kedua belah pihak, baik pria maupun wanita, pada akhirnya jika mereka berhasil melewati masa sulit tersebut, mereka boleh merasa bangga karena tidak banyaklah orang-orang yang berhasil seperti mereka.
Mimpi Buruk Tentang Bayi: Orang yang tidak melakukan aborsi umumnya tidak mengalami mimpi buruk semacam ini. Mimpi ini dialami oleh mereka yang melakukan aborsi, terutama dari pihak ibu karena hati nuraninya yang merasa bersalah. Walaupun secara sadar ibu telah menggunakan segala macam rasionalisasi yang termasuk tetapi tidak terbatas pada alasan kondisi ekonomi, bawah sadar ibu itu belum dapat memaafkan dirinya sendiri, mimpi itu bisa muncul sebagai pelampiasan dari bawah sadar. Sementara orang yang tidak melakukan aborsi dapat tidur dengan nyenyak dan tenang, orang yang melakukan aborsi tidak bisa tenang, bahkan dalam keheningan mimpinya.
Teriak Histeris: Ini adalah bentuk lain dari pelampiasan bawah sadar. Sekali lagi, ini hanya dilakukan oleh orang yang pernah melakukan aborsi, sedangkan yang tidak melakukannya tidak mengalami hal ini.
Mencoba bunuh diri dan memakai narkoba: Ada banyak alasan mengapa orang menggunakan narkoba dan mencoba bunuh diri. Bagi pelaku aborsi, alasannya masih berkaitan dengan hilangnya harga diri mereka. Bukan saja masnyarakat umum yang merendahkan dan mencela mereka, merekapun tidak lolos dari penghakiman nurani mereka sendiri. Mereka merasa begitu bersalah sehingga mereka merasa pantas mati. Mereka menganggap kematian mereka dapat menebus kesalahan mereka dan menghindarkan diri mereka dari tuntutan hati yang terus mengejar mereka.
Pertanyaannya sekarang, apakah pelaku aborsi itu ingin mati dengan cepat atau lambat? Jika ingin mati secara cepat, mereka akan bunuh diri; misalnya dengan menggantung diri, minum Baygon, lompat dari ketinggian dan lain sebagainya. Sedangkan yang memilih mati secara lambat dan ‘enak’ mengambil jalan mati karena kelebihan dosis narkoba. Itu semua tidak akan terjadi bila orang masih mempunyai harapan. Selama harapan masih ada, semangat hidup terus berkorbar. Orang yang hamil tetapi tidak melakukan aborsi, tidak dibebani oleh rasa bersalah yang tak tertahankan itu. Orang itu akan berusaha hidup untuk bayi yang dikandungnya. Karena bayi itulah ibu tetap hidup.
Tidak Bisa Lagi Menikmati Hubungan Seksual: Mungkin inilah efek jangka panjang yang paling terasa bagi pelaku aborsi. Trauma yang disebabkan karena aborsi menghalangi mereka untuk menikmati hubungan seksual di kemudian hari, meskipun peristiwa aborsi itu sudah berlangsung bertahun-tahun yang lalu. Pelaku merasa tidak suci atau menjadi frigid karena pengalaman masa lalunya itu. Dalam suatu pernikahan yang bahagia, tak pelak lagi hubungan seksual memegang peranan yang sangat penting, walaupun tidak bisa dikatakan bahwa tujuan seseorang menikah semata-mata hanya demi hubungan seksual. Maka dari itu, orang yang tidak melakukan aborsi mempunyai potensi rumah tangga bahagia yang lebih besar daripada orang pelaku aborsi.
Sebagai penutup tulisan ini, ijinkan penulis menekankan sekali lagi bahwa aborsi harus dicegah! Melakukan aborsi membawa kesenangan sesaat. Seakan-akan dengan melakukannya, masalah yang kita hadapi lenyap saat itu juga. Rasanya kita tidak perlu lagi mengurus hal remeh dan tidak usah bertanggung jawab apa-apa.
Tidak melakukan aborsi kelihatannya sangat menyusahkan dan merepotkan. Akan tetapi ingatlah! Kesenangan dan kesusahan itu hanya sementara saja. Pelaku aborsi akan mengalami penderitaan seumur hidupnya, sedangkan orang yang tidak melakukan aborsi bukan saja menjaga kesehatannya secara fisik, tetapi juga dapat memperoleh kebahagiaan batin selama- lamanya!
Selesai.
Gitu deh...
Lokasi Pengoenjoeng Blog
Senin, 12 Oktober 2009
Jumat, 02 Oktober 2009
KAKUS
Papi RH:
Kata Indonesia / Jawa "kakus" berasal dari kata Belanda "kakhuis", "kak" adalah kata kasar = tahi, dan "huis" = rumah!
Orang Belanda dan Eropa umumnya menamakan kakus itu WC, sebenarnya kata Inggris water closet, yang artinya semula ialah tempat mengosongkan usus besar di mana dipakai air untuk mengguyur kotoran keluar dari 'panci' ("pan").
Pemisah antara kotoran dan ruangan ditutup oleh air (dengan alat "gulu banyak" pada unit tempat duduk, bukan tempat berjongkok!!!).
Kenapa orang Eropa tidak buang air di luar spt di Indonesia, dan tidak jongkok tetapi duduk? Pertama, udaranya dingin betul, jadi berjongkok lama di pinggir kali tidak pernah terjadi, dan duduk dianggap lebih enak. Itu sebabnya dalam bhs Inggris kata "stool" (juga Jerman "Stuhl" dan Bld "stoel") berarti kursi atau tahi!!!
Sekarang hampir di semua permukiman desa dan kota di dunia Barat ada yang dinamakan sewerage system, yaitu sistem yang membawa air kotor / cairan kotor keluar dari rumah, jauh tersembunyi di bawah tanah (tidak spt di Indonesia di mana selokan dibiarkan terbuka, untung cuma cairan ringan yang dibuang!!!
Di jaman sebelum perang dunia II di negeri Belanda juga masih ada sistim "jumbleng", dalam bhs Inggris istilahnya "thunderbox", kotak yang kadang-kadang menggema dengan bunyi geledeg tertentu!!!
Syukurlah sekarang ini semua kamar kecil sudah sebegitu mungil dan ada di dalam rumah (di th 50'an di Aus pun rumah kecil biasa berada agak jauh dari rumah pokok). Di banyak stasiun di Eropa sekarang semuanya serba otomatis, air mancur sendiri kalau tangan anda anjungkan di dekat kran, atau kalau selesai buang air pengguyuran terjadi secara automatis.
Ada hal lain lagi yang menarik?
Bagaimana dengan membersihkan diri setelah buang air besar? Ada yang bagus, di hotel-hotel di Italia bidet (diucapkan bidé) tersedia di kamar kecil, kran menengadah di taruh di tempat strategis, sehingga kita bisa merasa bersih setelah berhajat besar.
Macem-macem aja!
Papilon:
Pi, di tanah air beta biasa lho tisue untuk toilet "dihidangkan" di restoran.
Piye jal?
(dari Papyrus, majalah elektronik)
Kata Indonesia / Jawa "kakus" berasal dari kata Belanda "kakhuis", "kak" adalah kata kasar = tahi, dan "huis" = rumah!
Orang Belanda dan Eropa umumnya menamakan kakus itu WC, sebenarnya kata Inggris water closet, yang artinya semula ialah tempat mengosongkan usus besar di mana dipakai air untuk mengguyur kotoran keluar dari 'panci' ("pan").
Pemisah antara kotoran dan ruangan ditutup oleh air (dengan alat "gulu banyak" pada unit tempat duduk, bukan tempat berjongkok!!!).
Kenapa orang Eropa tidak buang air di luar spt di Indonesia, dan tidak jongkok tetapi duduk? Pertama, udaranya dingin betul, jadi berjongkok lama di pinggir kali tidak pernah terjadi, dan duduk dianggap lebih enak. Itu sebabnya dalam bhs Inggris kata "stool" (juga Jerman "Stuhl" dan Bld "stoel") berarti kursi atau tahi!!!
Sekarang hampir di semua permukiman desa dan kota di dunia Barat ada yang dinamakan sewerage system, yaitu sistem yang membawa air kotor / cairan kotor keluar dari rumah, jauh tersembunyi di bawah tanah (tidak spt di Indonesia di mana selokan dibiarkan terbuka, untung cuma cairan ringan yang dibuang!!!
Di jaman sebelum perang dunia II di negeri Belanda juga masih ada sistim "jumbleng", dalam bhs Inggris istilahnya "thunderbox", kotak yang kadang-kadang menggema dengan bunyi geledeg tertentu!!!
Syukurlah sekarang ini semua kamar kecil sudah sebegitu mungil dan ada di dalam rumah (di th 50'an di Aus pun rumah kecil biasa berada agak jauh dari rumah pokok). Di banyak stasiun di Eropa sekarang semuanya serba otomatis, air mancur sendiri kalau tangan anda anjungkan di dekat kran, atau kalau selesai buang air pengguyuran terjadi secara automatis.
Ada hal lain lagi yang menarik?
Bagaimana dengan membersihkan diri setelah buang air besar? Ada yang bagus, di hotel-hotel di Italia bidet (diucapkan bidé) tersedia di kamar kecil, kran menengadah di taruh di tempat strategis, sehingga kita bisa merasa bersih setelah berhajat besar.
Macem-macem aja!
Papilon:
Pi, di tanah air beta biasa lho tisue untuk toilet "dihidangkan" di restoran.
Piye jal?
(dari Papyrus, majalah elektronik)
Rabu, 30 September 2009
BENDERA SETENGAH TIANG
Hari ini, adalah tanggal 30 September 2009. Pada masa lalu, pada era pemerintahan Presiden Suharto, setiap tanggal 30 September instansi Pemerintah dan warga masyarakat, mengibarkan bendera setengah tiang.
Kalau dikaitkan dengan peristiwa G30S, maka pada tanggal 30 September 1965, para Pahlawan Revolusi masih dalam keadaan sehat walafiat.
Tragedi apakah gerangan, yang pernah terjadi pada tanggal 30 September, sehingga perlu diperingati dengan bendera setengah tiang? Mungkin ada yang bisa memberikan pencerahan? Demikian tanya pak Jacky Mardono disuatu milis yang saya ikuti.
Pada tanggal 30 September ya tidak ada tragedi apa2 yang perlu diperingati dengan bendera setengah tiang. Kalau tanggal itu kemudian diperingati ya sama aja bo’ong. Dan itu barangkali memang bo’ong. Nyatanya setelah era reformasi, setelah Pak Harto mengundurkan diri, Bendera Merah Putih setengah tiang pada setiap 30 September dan juga setiang penuh pada keesokan harinya tanggal 1 Oktober, tak lagi wajib dipasang di depan rumah. Tak ada lagi pemutaran film "Pengkhianatan G30S. Ya, setelah Reformasi segalanya menjadi terbuka…
Tahun 1965, pada tanggal 01 Oktober dinihari di Jakarta ada pembunuhan terhadap enam Jenderal, satu perwira, dan satu polisi. Di Yogyakarta ada pembunuhan terhadap dua perwira. Jadi, ada 10 korban jiwa. Tapi dalam hitungan 2-3 bulan setelah itu terjadilah pembantaian besar-besaran. Jadi bila adil mungkin pengibaran bendera “setengah tiangnya” nya bahkan harus sampai tiga bulan penuh. Lho?
Kalau dikaitkan dengan peristiwa G30S, maka pada tanggal 30 September 1965, para Pahlawan Revolusi masih dalam keadaan sehat walafiat.
Tragedi apakah gerangan, yang pernah terjadi pada tanggal 30 September, sehingga perlu diperingati dengan bendera setengah tiang? Mungkin ada yang bisa memberikan pencerahan? Demikian tanya pak Jacky Mardono disuatu milis yang saya ikuti.
Pada tanggal 30 September ya tidak ada tragedi apa2 yang perlu diperingati dengan bendera setengah tiang. Kalau tanggal itu kemudian diperingati ya sama aja bo’ong. Dan itu barangkali memang bo’ong. Nyatanya setelah era reformasi, setelah Pak Harto mengundurkan diri, Bendera Merah Putih setengah tiang pada setiap 30 September dan juga setiang penuh pada keesokan harinya tanggal 1 Oktober, tak lagi wajib dipasang di depan rumah. Tak ada lagi pemutaran film "Pengkhianatan G30S. Ya, setelah Reformasi segalanya menjadi terbuka…
Tahun 1965, pada tanggal 01 Oktober dinihari di Jakarta ada pembunuhan terhadap enam Jenderal, satu perwira, dan satu polisi. Di Yogyakarta ada pembunuhan terhadap dua perwira. Jadi, ada 10 korban jiwa. Tapi dalam hitungan 2-3 bulan setelah itu terjadilah pembantaian besar-besaran. Jadi bila adil mungkin pengibaran bendera “setengah tiangnya” nya bahkan harus sampai tiga bulan penuh. Lho?
Jumat, 25 September 2009
TEH HITAM, BIKIN Mr.P KERAS KEPALA
Lurs, ini ada tulisan menarik tentang teh hitam, buah pena (buah keyboard?) Sdr. Dharnoto yang dimuat di majalah Intisari edisi September 2009. Semoga ini bermanfaat.
Judul: "TEH HITAM, BIKIN Mr.P KERAS KEPALA"
Rajin minum teh hitam diakui bisa mencegah dan mengobati diabetes mellitus sebab ia bisa berfungsi sebagai pengganti insulin. Dampak lanjutannya, tentu saja masalah gangguan ereksi dan ejakulasi bisa ikut membaik. Mirip kata pepatah, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.
Kesegaran teh telah dikenal di China sejak 3000 SM, pada zaman kaisar Shen Nung. Sedang di Jepang merebak sekitar abad ke 12 - 14, pada masa Kamakaru. Rohayati Suprihatini, pada situs Pusat Penelitian Teh dan Kina, Bandung, menulis bahwa teh hitam merupakan jenis teh yang paling banyak diminum oleh bangsa2 di dunia. Dari total konsumsi teh dunia pada 2007 yang mencapai 3,4 juta ton, 69% nya berupa teh hitam.
Dibilang teh hitam lantaran warna daunnya menjadi hitam setelah teroksidasi. Padahal, saat diseduh warna airnya kemerahan, maka disebut juga teh merah. Hingga kini, diyakini teh hitam lebih teroksidasi dibandingkan dengan teh hijau, teh oolong, ataupun teh putih. Hebatnya, beda dengan jenis teh lainnya, rasa teh hitam bisa awet sampai beberapa tahun.
Harus muda dan utuh
Teh hitam dibuat dari pucuk daun teh segar, yang dibiarkan layu sebelum digulung. Lalu dipanaskan dan dikeringkan. Mengapa harus pucuk daun teh muda dan utuh? Karena masih optimal mengandung komponen bioaktif teh, yakni polifenol yang senyawa dominannya adalah catechin.
Menurut Archieve of International Medicine, kemampuan polifenol menangkap radikal bebas mencapai 100 kali lebih efektif dibandingkan dengan vitamin C dan 25 kali lebih efektif dibandingkan dengan vitamin E. Pusat Jantung Nasional RS Jantung Harapan Kita, Jakarta (RSJHK) juga pernah memaparkan hasil penelitiannya bahwa catechin dalam teh hitam mampu melawan penyakit degeneratif. Sedangkan senyawa theaflavin dalam teh merupakan senyawa antioksidan, antikanker, antimutagenik, dan antidiabetes.
Bagaimana kekuatan itu terbentuk? Dalam proses fermentasi yang dilakukan terhadap teh hitam, antioksidan catechin berubah menjadi theaflavin yang menyebabkan rasa teh hitam menjadi segar dan kemerahan. Setelah perubahan itu, sepak terjang theaflavin sebagai antioksidan setingkat bahkan lebih andal ketimbang catechin sendiri.
Pada 2003, Prosenjit dan Sukta membuktikan, daya sergap theaflavin terhadap radikal bebas lebih hebat dibandingkan dengan epigallo catehcin (EGCG), salah satu jenis catechin. Malah digunjingkan, theaflavin mampu meningkatkan antioksidan alami dalam tubuh. Satu hingga dua cangkir teh hitam per hari juga bisa menghambat penimbunan kolesterol sampai 46%. Sedangkan empat cangkir teh hitam berkhasiat menekan sampai 69%.
Berkah penderita diabetes
Teh hitam juga diyakini mampu menjadi sumber bahan pangan alami bagi para penderita diabetes, terutama dalam kapasitasnya untuk menaikkan aktivitas insulin. Penelitian Departeman Pertanian Amerika Serikat (USDA), yang dipublikasikan dalam journal Agric Food Chem 2002, menunjukkan kemampuan teh hitam dalam meningkatkan aktivitas insulin melebihi teh hijau dan teh oolong.
Bahkan, penelitian USDA’s Agriculture Research Service, Beltsville membuktikan teh hitam mampu menaikkan efektivitas insulin sampai 15 kali, sehingga teh hitam sangat bermanfaat untuk mengatasi diabetes dan berbagai komplikasi yang diakibatkannya, termasuk terjadinya katarak, impotensi, dan ejakulasi dini.
Penelitian Wang Dongfeng (1996) juga menunjukkan manfaat teh dalam mengobati diabetes. Hasil penelitian tersebut menyatakan kadar polisakarida (CTPS) pada teh berpengaruh nyata terhadap pengurangan gula darah dan meningkatkan kekebalan tubuh.
Polisakarida pada teh memiliki karakteristik sebagai berikut: berberat molekul 107.000; dapat terdegradasi pada pH antara 5,0 - 7,0; larut dalam air panas; dan tidak larut dalam pelarut organik.
Pada manusia sehat, teh hitam mampu menurunkan kadar gula dalam darah dan meningkatkan kadar insulin. Oleh karenanya, teh hitam mampu mencegah terjadinya penyakit diabetes mellitus pada mereka yang berisiko tinggi terkena, baik akibat faktor genetik maupun pola hidup, khususnya pola makan.
Pada Februari 2008, Aging Cell Journal menerbitkan hasil penelitian terbaru yang dilakukan para peneliti di bawah pimpinan Graham Rena, dari Neurociences Institute, Ninewells Hospital and Medical School, University of Dundee, Skotlandia. Dunia kesehatan terhentak oleh hasil studi ini. Disebutkan, theavlin dan tearubigin dari teh hitam dapat meniru kerjaa insulin dalam mengendalikan diabetes. Theaflavin yang diidentifikasi meniru kerja insulin tersebut adalah teaflavin 3 - O - gallate, theaflavin 3’ -
O - gallate, dan theaflavin 3,3’- O - gallate.
Membantu ereksi
Para diabetisi sepertinya memang bisa berharap banyak pada teh hitam. Begitupun penderita penyakit komplikasinya, seperti impotensi atau ejakulasi dini. Seperti diketahui Low Density Lipoprotein (LDL) adalah kolesterol jahat yang menumpuk di dinding pembuluh darah koroner atau otak. Gumpalan ini membutuhkan radikal bebas untuk mengubahnya menjadi karat lemak aterosklerosis. Karat lemak ini yang bakal menyumbat pipa pembuluh darah jantung, otak, ginjal, mata, atau organ tubuh lainnya.
Selain dapat mengakibatkan serangan jantung dan stroke, pada penderita diabetes mellitus karat lemak juga bisa menyumbat pembuluh darah yang amat kecil, seperti pembuluh darah mata dan organ vital lelaki. Maka, yang amat ditakuti kaum diabetesi adalah penyakit kebutaan dan disfungsi ereksi.
Nah, theaflavin menyokong terbentuknya pasukan antioksidan alami dalam tubuh. Antioksidan ini pula yang bergerilya menghambat oksidasi gerombolan kolesterol jahat itu. Akibatnya, gerombolan itu gagal membentuk karat lemak. Pasokan darah pun akan mengalir lancar tanpa gangguan sampai ke tujuan.
Penelitian terhadap “prajurit komando” theaflavin ini dilakukan beberapa negara dalam waktu berbeda. Di Rotterdam, Belanda, telah diobservasi peran theaflavin dalam menurunkan tingkat keparahan aterosklerosis aortic. Di AS, suatu studi di Boston membuktikan, mereka yang setiap hari minum secangkir teh hitam (200 - 250 ml) atau lebih, terancam resiko serangan jantung 50% dibandingkan dengan yang tidak minum teh.
Orang Jepang tak mau kalah. Seribu orang mengaku, kadar kolesterol di tubuh mereka semakin berkurang ketika semakin sering menenggak the. Bahkan, pakar neurology Toholu University School of Medicine, Dr. Yoshikazu Sata, menekankan pentingnya antioksidan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah dan mencegah stroke. Pendapat ini diperkuat Dr. Ralph Sacco dari Nothern Manhattan Stroke Study di Columbia Presbyeterian Medical Center, New York. Ralph menyatakan, teh hitam mampu mencegah penyumbatan arteri.
Jika pembuluh arteri telah bebas hambatan, apa manfaatnya bagi para lelaki? Berarti darah dengan lancar mengalir dari arteri pudenda interna menggelontor masuk ke tiga bagian dari penis, yakni korpus kavernosa kiri kanan dan korpus spongiosum. Yang ke korpus kavernosa kiri kanan masuk melalui arteria kavernosa atau arteria bulbouretralis. Dengan lancarnya aliran darah itu, lancar pula proses ereksi Mr. P.
Arteria yang memasuki korpus kavernosa lalu bercabang cabang menjadi arteriol2 helicina yang bentuknya berkelok kelok pada saat penis lembek atau tidak ereksi. Pada keadaan ereksi, arteriol artertiol helicina mengalami relaksasi atau pelebaran pembuluh darah, sehingga aliran darah bertambah besar atau cepat, kemudian berkumpul di dalam rongga2 lakunar atau sinusoid. Rongga sinusoid membesar sehingga terjadi ereksi.
Penulis: Dharnoto, di Tangerang
Intisari September 2009.
(Terlepas dari bener apa tidak, kan sudah disebut sumbernya Intisari.
Jadi kalau udah dimuat majalah beken, ya boleh 80% percaya gitu. Alias bukan isapan jempol. Jempole dewe dewe lho. dan bukan Mr P lho. Gitu deh...)
Judul: "TEH HITAM, BIKIN Mr.P KERAS KEPALA"
Rajin minum teh hitam diakui bisa mencegah dan mengobati diabetes mellitus sebab ia bisa berfungsi sebagai pengganti insulin. Dampak lanjutannya, tentu saja masalah gangguan ereksi dan ejakulasi bisa ikut membaik. Mirip kata pepatah, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.
Kesegaran teh telah dikenal di China sejak 3000 SM, pada zaman kaisar Shen Nung. Sedang di Jepang merebak sekitar abad ke 12 - 14, pada masa Kamakaru. Rohayati Suprihatini, pada situs Pusat Penelitian Teh dan Kina, Bandung, menulis bahwa teh hitam merupakan jenis teh yang paling banyak diminum oleh bangsa2 di dunia. Dari total konsumsi teh dunia pada 2007 yang mencapai 3,4 juta ton, 69% nya berupa teh hitam.
Dibilang teh hitam lantaran warna daunnya menjadi hitam setelah teroksidasi. Padahal, saat diseduh warna airnya kemerahan, maka disebut juga teh merah. Hingga kini, diyakini teh hitam lebih teroksidasi dibandingkan dengan teh hijau, teh oolong, ataupun teh putih. Hebatnya, beda dengan jenis teh lainnya, rasa teh hitam bisa awet sampai beberapa tahun.
Harus muda dan utuh
Teh hitam dibuat dari pucuk daun teh segar, yang dibiarkan layu sebelum digulung. Lalu dipanaskan dan dikeringkan. Mengapa harus pucuk daun teh muda dan utuh? Karena masih optimal mengandung komponen bioaktif teh, yakni polifenol yang senyawa dominannya adalah catechin.
Menurut Archieve of International Medicine, kemampuan polifenol menangkap radikal bebas mencapai 100 kali lebih efektif dibandingkan dengan vitamin C dan 25 kali lebih efektif dibandingkan dengan vitamin E. Pusat Jantung Nasional RS Jantung Harapan Kita, Jakarta (RSJHK) juga pernah memaparkan hasil penelitiannya bahwa catechin dalam teh hitam mampu melawan penyakit degeneratif. Sedangkan senyawa theaflavin dalam teh merupakan senyawa antioksidan, antikanker, antimutagenik, dan antidiabetes.
Bagaimana kekuatan itu terbentuk? Dalam proses fermentasi yang dilakukan terhadap teh hitam, antioksidan catechin berubah menjadi theaflavin yang menyebabkan rasa teh hitam menjadi segar dan kemerahan. Setelah perubahan itu, sepak terjang theaflavin sebagai antioksidan setingkat bahkan lebih andal ketimbang catechin sendiri.
Pada 2003, Prosenjit dan Sukta membuktikan, daya sergap theaflavin terhadap radikal bebas lebih hebat dibandingkan dengan epigallo catehcin (EGCG), salah satu jenis catechin. Malah digunjingkan, theaflavin mampu meningkatkan antioksidan alami dalam tubuh. Satu hingga dua cangkir teh hitam per hari juga bisa menghambat penimbunan kolesterol sampai 46%. Sedangkan empat cangkir teh hitam berkhasiat menekan sampai 69%.
Berkah penderita diabetes
Teh hitam juga diyakini mampu menjadi sumber bahan pangan alami bagi para penderita diabetes, terutama dalam kapasitasnya untuk menaikkan aktivitas insulin. Penelitian Departeman Pertanian Amerika Serikat (USDA), yang dipublikasikan dalam journal Agric Food Chem 2002, menunjukkan kemampuan teh hitam dalam meningkatkan aktivitas insulin melebihi teh hijau dan teh oolong.
Bahkan, penelitian USDA’s Agriculture Research Service, Beltsville membuktikan teh hitam mampu menaikkan efektivitas insulin sampai 15 kali, sehingga teh hitam sangat bermanfaat untuk mengatasi diabetes dan berbagai komplikasi yang diakibatkannya, termasuk terjadinya katarak, impotensi, dan ejakulasi dini.
Penelitian Wang Dongfeng (1996) juga menunjukkan manfaat teh dalam mengobati diabetes. Hasil penelitian tersebut menyatakan kadar polisakarida (CTPS) pada teh berpengaruh nyata terhadap pengurangan gula darah dan meningkatkan kekebalan tubuh.
Polisakarida pada teh memiliki karakteristik sebagai berikut: berberat molekul 107.000; dapat terdegradasi pada pH antara 5,0 - 7,0; larut dalam air panas; dan tidak larut dalam pelarut organik.
Pada manusia sehat, teh hitam mampu menurunkan kadar gula dalam darah dan meningkatkan kadar insulin. Oleh karenanya, teh hitam mampu mencegah terjadinya penyakit diabetes mellitus pada mereka yang berisiko tinggi terkena, baik akibat faktor genetik maupun pola hidup, khususnya pola makan.
Pada Februari 2008, Aging Cell Journal menerbitkan hasil penelitian terbaru yang dilakukan para peneliti di bawah pimpinan Graham Rena, dari Neurociences Institute, Ninewells Hospital and Medical School, University of Dundee, Skotlandia. Dunia kesehatan terhentak oleh hasil studi ini. Disebutkan, theavlin dan tearubigin dari teh hitam dapat meniru kerjaa insulin dalam mengendalikan diabetes. Theaflavin yang diidentifikasi meniru kerja insulin tersebut adalah teaflavin 3 - O - gallate, theaflavin 3’ -
O - gallate, dan theaflavin 3,3’- O - gallate.
Membantu ereksi
Para diabetisi sepertinya memang bisa berharap banyak pada teh hitam. Begitupun penderita penyakit komplikasinya, seperti impotensi atau ejakulasi dini. Seperti diketahui Low Density Lipoprotein (LDL) adalah kolesterol jahat yang menumpuk di dinding pembuluh darah koroner atau otak. Gumpalan ini membutuhkan radikal bebas untuk mengubahnya menjadi karat lemak aterosklerosis. Karat lemak ini yang bakal menyumbat pipa pembuluh darah jantung, otak, ginjal, mata, atau organ tubuh lainnya.
Selain dapat mengakibatkan serangan jantung dan stroke, pada penderita diabetes mellitus karat lemak juga bisa menyumbat pembuluh darah yang amat kecil, seperti pembuluh darah mata dan organ vital lelaki. Maka, yang amat ditakuti kaum diabetesi adalah penyakit kebutaan dan disfungsi ereksi.
Nah, theaflavin menyokong terbentuknya pasukan antioksidan alami dalam tubuh. Antioksidan ini pula yang bergerilya menghambat oksidasi gerombolan kolesterol jahat itu. Akibatnya, gerombolan itu gagal membentuk karat lemak. Pasokan darah pun akan mengalir lancar tanpa gangguan sampai ke tujuan.
Penelitian terhadap “prajurit komando” theaflavin ini dilakukan beberapa negara dalam waktu berbeda. Di Rotterdam, Belanda, telah diobservasi peran theaflavin dalam menurunkan tingkat keparahan aterosklerosis aortic. Di AS, suatu studi di Boston membuktikan, mereka yang setiap hari minum secangkir teh hitam (200 - 250 ml) atau lebih, terancam resiko serangan jantung 50% dibandingkan dengan yang tidak minum teh.
Orang Jepang tak mau kalah. Seribu orang mengaku, kadar kolesterol di tubuh mereka semakin berkurang ketika semakin sering menenggak the. Bahkan, pakar neurology Toholu University School of Medicine, Dr. Yoshikazu Sata, menekankan pentingnya antioksidan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah dan mencegah stroke. Pendapat ini diperkuat Dr. Ralph Sacco dari Nothern Manhattan Stroke Study di Columbia Presbyeterian Medical Center, New York. Ralph menyatakan, teh hitam mampu mencegah penyumbatan arteri.
Jika pembuluh arteri telah bebas hambatan, apa manfaatnya bagi para lelaki? Berarti darah dengan lancar mengalir dari arteri pudenda interna menggelontor masuk ke tiga bagian dari penis, yakni korpus kavernosa kiri kanan dan korpus spongiosum. Yang ke korpus kavernosa kiri kanan masuk melalui arteria kavernosa atau arteria bulbouretralis. Dengan lancarnya aliran darah itu, lancar pula proses ereksi Mr. P.
Arteria yang memasuki korpus kavernosa lalu bercabang cabang menjadi arteriol2 helicina yang bentuknya berkelok kelok pada saat penis lembek atau tidak ereksi. Pada keadaan ereksi, arteriol artertiol helicina mengalami relaksasi atau pelebaran pembuluh darah, sehingga aliran darah bertambah besar atau cepat, kemudian berkumpul di dalam rongga2 lakunar atau sinusoid. Rongga sinusoid membesar sehingga terjadi ereksi.
Penulis: Dharnoto, di Tangerang
Intisari September 2009.
(Terlepas dari bener apa tidak, kan sudah disebut sumbernya Intisari.
Jadi kalau udah dimuat majalah beken, ya boleh 80% percaya gitu. Alias bukan isapan jempol. Jempole dewe dewe lho. dan bukan Mr P lho. Gitu deh...)
Senin, 21 September 2009
TIMBA JADUL

Alat timba, kerekan, tali dan ember ini merupakan alat tradisional yang sudah ada sejak jaman Majapahit, untuk mengambil air bersih dari dalam sumur. Kedalaman sumur menentukan panjangnya tali yang dibutuhkan.
Kerekan terbuat dari besi atau baja cor. Talinya terbuat dari karet bekas ban mobil. Dan ember biasanya terbuat dari seng.
Jaman dulu, ketika pompa air listrik belum dikenal, timba dengan tali dan kerekan inilah yang dipakai oleh Pak Kromo untuk mengambil air dari sumur. Ya, Pak Kromo punya tugas spesial, setiap hari harus menimba air untuk mengisi bak mandi di rumah. Setiap hari menimba dan “bermain” air hingga telapak tangannya “kapalen” dan telapak kakinya terkena “rangen”, kena kutu air. Begitupun pak Kromo selalu senyam senyum. Tapi ya nggak jelas diiing, itu senyuman atau pringisan kesakitan.
Gitu deh…
Kamis, 17 September 2009
LAUNDRY

Yogyakarta dikenal dengan sebutan Kota Pelajar. Banyak pemuda pemudi dari berbagai penjuru tanah air menuntut ilmu di Yogyakarta. Bila gelar sarjana telah diraih, ada yang kembali ke kampung halaman membangun daerahnya, ada pula yang mencari peruntungan ke kota besar.
Namun ada yang tetap bertahan di Yogyakarta. Jimmy Hendrawan satu diantaranya. Pemuda, 29 tahun asal Klaten ini memilih membuka usaha di Yogyakarta. Dan pilihannya jatuh pada usaha laundry. Ini semata-mata berdasarkan pengalamannya semasa kuliah dan tinggal di pondokan.
Usaha laundry, pria lulusan Universitas Atma Jaya ini dijalankannya di kawasan Seturan, Sleman, tak jauh dari kampusnya dulu.
Jimmy memulai usahanya satu setengah tahun lalu, dengan modal sekitar 50 juta rupiah yang digunakan untuk membeli beberapa unit mesin cuci otomatis dan sebuah mesin pengering ukuran jumbo.
Sisanya untuk sewa bangunan dan menambah daya listrik. Usahanya yang membidik pelanggan mahasiswa ini terbilang sukses. Pilihan usahanya tidak salah. Ia bisa meraih keuntungan 15 sampai 25 persen dari modal awalnya setiap bulan. Kini Jimmy mampu mempekerjakan 12 orang karyawan yang digaji sekitar 400 ribu rupiah setiap bulannya.
Masih di bilangan Seturan Sleman, Hariyanto, yang juga alumnus Universitas Atma Jaya Yogyakarta, juga menjalankan usaha serupa. Lelaki berusia 25 tahun asal Cilacap, Jawa Tengah ini, baru beberapa bulan lalu mendirikan gerai laundry. Bersama seorang temannya, ia juga melihat peluang besar di usaha ini.
Bukan hanya Jimmy dan Hariyanto yang memiliki usaha laundry di Yogyakarta. Dalam lima tahun terakhir ini bisnis laundry menggeliat seiring dengan perubahan gaya hidup mahasiswa di kota ini.
Dengan alasan kesibukan kuliah, para mahasiswa menyerahkan urusan mencuci pakaian kepada penyedia jasa laundry. Gerai-gerai laundry seperti ini tumbuh menjamur di berbagai tempat yang berdekatan dengan kampus dan lokasi pondokan mahasiswa.
Harga bisa menjadi alasan lain buat mahasiswa untuk memanfaatkan jasa laundry. Karena tarif yang ditawarkan sesuai dengan kantong mereka. Kebanyakan menggunakan sistem kiloan, dalam penentuan tarif. Ada yang 10 ribu rupiah untuk setiap 4 kilogram. Ada yang 6 ribu rupiah setiap 3 kilogram pakaian. Tarif ini betul-betul tarif mahasiswa.
Selain sistem kiloan, ada sebagian pengelola laundry menerapkan tarif konvensional tetapi tetap disesuaikan dengan pelanggannya yakni mahasiswa. Kemeja atau kaos lengan pendek misalnya, cuman dikenakan 300 rupiah perpotong. Celana panjang 700 rupiah atau celana jeans 1000 rupiah perpotong. Sebagian gerai bahkan ada yang menerapkan sistem paket.
Dengan uang 30 ribu rupiah, pelanggan dapat mencuci hingga 50 potong pakaian selama dua bulan. Namun meski terbilang murah dan terjangkau, tidak semua mahasiswa memanfaatkan laundry ini. Hanya disaat-saat tertentu mereka terpaksa membawa pakaian kotor ke laundry.
Masa ujian dan saat musim hujan adalah saatnya pengelola laundry mengambil untung. Saat itu banyak mahasiswa mengantri di gerai-gerai laundry. Namun di saat liburan kuliah, usaha laundry sementara ditinggalkan pelanggannya.
Meski terhitung banyak yang mengelola usaha laundry di Yogyakarta, namun usaha ini masih memiliki prospek yang cerah. Gaya hidup mahasiswa Yogyakarta yang dinamis sulit untuk meninggalkan laundry. Masih ada peluang bagi mereka yang memiliki naluri berbisnis.
Lha kalau laundry jadul lain lagi. Tidak menggunakan mesin cuci melainkan cukup pakai "gilesan" dan digarapnya di kali atau di sumur timba. Sabunnya..., sabun batangan cap tangan. (Berbagai sumber).
Rabu, 16 September 2009
KOMIK
Tokoh Superhero dalam komik seperti Godam Si Manusia Baja, Gundala Putra Petir, Panji Tengkorak, Wiro hingga Si Buta Dari Gua Hantu, begitu populer di masa lalu. Tokoh-tokoh itu pada tahun 70-an sangat dikenal anak-anak setingkat SMP dan SMU.
Taman-taman bacaan yang bisa melayani pembaca komik, bermunculan dimana-mana. Namun kini, semua itu hanya tinggal kenangan. Komik yang dulu dicari-cari penggemarnya, kini menjadi barang langka. Keberadaannya tergantikan komik-komik Saduran asal Jepang , Eropa hingga Amerika.
Komik di Indonesia, mulai dikenal pada tahun 1930. Pertama kali muncul dalam bentuk komik strip di surat kabar Melayu-Cina, Sinpo. Barulah pada tahun 1950-an, komik beredar dalam bentuk buku. Saat itu pula beredar bermacam-macam tema cerita, mulai dari Superhero, Silat, Kisah Petualangan, Humor, hingga cerita pewayangan Mahabarata dan Ramayana, yang melejitkan nama pengarangnya, RA Kosasih.
Memasuki tahun 1960-an, meluncur komik asal Medan, dengan setting cerita rakyat. Taguan Hardjo, salah satu komikus yang berhasil membuat karya-karyanya dikenal banyak orang. Sebut saja Hikayat Musang berjanggut, Kapten Yani dan Perompak Lautan Hindia. Diikuti kemudian dengan beredarnya komik politik, yang membawa pesan-pesan propaganda.
Akhir tahun 1965, posisi komik politik tergantikan komik roman remaja yang menyorot kehidupan remaja Metropolitan saat itu. Komikusnya antara lain, Jan Mintaraga,Sim, dan Zaldy.
Kehadiran komik roman remaja ini sempat menimbulkan keresahan masyarakat, pasalnya sebagian besar berisi adegan percintaan. Popularitasnya kemudian menurun seiring dengan razia yang dilakukan polisi di sekolah-sekolah.
Tak lama, muncullah komik Superhero gelombang kedua. Beberapa karya yang cukup fenomenal antara lain, Si Buta Dari Gua Hantu-nya Ganes TH, Panji Tengkoraknya-nya Hans Jaladara, dan Jaka Sembung-nya Djair. Di mata masyarakat, karya-karya komik lokal saat itu dinilai sangat bagus.
Pembacanya pun tak mengenal usia, hampir semua kalangan ikut membaca. Menjamurnya taman-taman bacaan rakyat yang menyewakan komik, menjadi tolak ukur popularitas komik lokal waktu itu. Komik pun menjadi tambang emas bagi penerbit dan pengarangnya. Di pasaran beredar 250-an komikus, dan 15 komikus mampu memproduksi 20 judul dalam jangka waktu bersamaan.
Memasuki tahun 1980, komik lokal mulai menghilang dari peredaran . Sementara terjemahan komik Amerika, Eropa dan Jepang, wara wiri di pasaran. Penerbit besar pun merajai bisnis ini, sedang penerbit kecil, semakin tenggelam berbarengan dengan surutnya pamor komik lokal. Penggemar komik, tak lagi didominasi kalangan bawah, namun sudah merambah kaum gedongan. Penyebab lain pudarnya pamor komik lokal, kualitas gambar, dinilai kalah menarik dibanding komik impor.
Kondisi ini membuat prihatin kalangan pencinta komik. Ada semacam kerinduan dari beberapa penggemar komik masa lalu, yang ingin kejayaan komik lokal hidup kembali. Komik Indonesia dotcom misalnya, dengan berbagai strategi berusaha membangkitkan kembali pasar komik lokal.
Selain melakukan hunting komik cetakan lama untuk didata judul dan pengarangnya, tahun terbit dan jumlah halaman, komik Indonesia Dotcom, juga menjadi konsultan penerbitan hingga perencanaan jaringan distribusi.
Komik dengan ejaan lama, misalnya, dicetak ulang dengan ejaan yang telah disempurnakan. Kata-kata yang sudah tak relevan atau kasar, diganti atau dibuang. Dari segi gambar, dilakukan sentuhan ulang atau melalui tusir ulang, agar kualitas cetakan lebih bagus.
Beberapa komik yang telah dicetak ulang, begitu dipasarkan dengan cepat habis terjual. Ini suatu bukti pengemar komik lokal masih ada. Diakui, gaungnya memang belum seberapa, namun setidaknya, angin segar tengah bertiup. Komik lokal, perlahan namun pasti, menata ulang langkah meraih kembali kejayaan yang tengah terenggut.
(Sumber:indosiar.com)
Taman-taman bacaan yang bisa melayani pembaca komik, bermunculan dimana-mana. Namun kini, semua itu hanya tinggal kenangan. Komik yang dulu dicari-cari penggemarnya, kini menjadi barang langka. Keberadaannya tergantikan komik-komik Saduran asal Jepang , Eropa hingga Amerika.
Komik di Indonesia, mulai dikenal pada tahun 1930. Pertama kali muncul dalam bentuk komik strip di surat kabar Melayu-Cina, Sinpo. Barulah pada tahun 1950-an, komik beredar dalam bentuk buku. Saat itu pula beredar bermacam-macam tema cerita, mulai dari Superhero, Silat, Kisah Petualangan, Humor, hingga cerita pewayangan Mahabarata dan Ramayana, yang melejitkan nama pengarangnya, RA Kosasih.
Memasuki tahun 1960-an, meluncur komik asal Medan, dengan setting cerita rakyat. Taguan Hardjo, salah satu komikus yang berhasil membuat karya-karyanya dikenal banyak orang. Sebut saja Hikayat Musang berjanggut, Kapten Yani dan Perompak Lautan Hindia. Diikuti kemudian dengan beredarnya komik politik, yang membawa pesan-pesan propaganda.
Akhir tahun 1965, posisi komik politik tergantikan komik roman remaja yang menyorot kehidupan remaja Metropolitan saat itu. Komikusnya antara lain, Jan Mintaraga,Sim, dan Zaldy.
Kehadiran komik roman remaja ini sempat menimbulkan keresahan masyarakat, pasalnya sebagian besar berisi adegan percintaan. Popularitasnya kemudian menurun seiring dengan razia yang dilakukan polisi di sekolah-sekolah.
Tak lama, muncullah komik Superhero gelombang kedua. Beberapa karya yang cukup fenomenal antara lain, Si Buta Dari Gua Hantu-nya Ganes TH, Panji Tengkoraknya-nya Hans Jaladara, dan Jaka Sembung-nya Djair. Di mata masyarakat, karya-karya komik lokal saat itu dinilai sangat bagus.
Pembacanya pun tak mengenal usia, hampir semua kalangan ikut membaca. Menjamurnya taman-taman bacaan rakyat yang menyewakan komik, menjadi tolak ukur popularitas komik lokal waktu itu. Komik pun menjadi tambang emas bagi penerbit dan pengarangnya. Di pasaran beredar 250-an komikus, dan 15 komikus mampu memproduksi 20 judul dalam jangka waktu bersamaan.
Memasuki tahun 1980, komik lokal mulai menghilang dari peredaran . Sementara terjemahan komik Amerika, Eropa dan Jepang, wara wiri di pasaran. Penerbit besar pun merajai bisnis ini, sedang penerbit kecil, semakin tenggelam berbarengan dengan surutnya pamor komik lokal. Penggemar komik, tak lagi didominasi kalangan bawah, namun sudah merambah kaum gedongan. Penyebab lain pudarnya pamor komik lokal, kualitas gambar, dinilai kalah menarik dibanding komik impor.
Kondisi ini membuat prihatin kalangan pencinta komik. Ada semacam kerinduan dari beberapa penggemar komik masa lalu, yang ingin kejayaan komik lokal hidup kembali. Komik Indonesia dotcom misalnya, dengan berbagai strategi berusaha membangkitkan kembali pasar komik lokal.
Selain melakukan hunting komik cetakan lama untuk didata judul dan pengarangnya, tahun terbit dan jumlah halaman, komik Indonesia Dotcom, juga menjadi konsultan penerbitan hingga perencanaan jaringan distribusi.
Komik dengan ejaan lama, misalnya, dicetak ulang dengan ejaan yang telah disempurnakan. Kata-kata yang sudah tak relevan atau kasar, diganti atau dibuang. Dari segi gambar, dilakukan sentuhan ulang atau melalui tusir ulang, agar kualitas cetakan lebih bagus.
Beberapa komik yang telah dicetak ulang, begitu dipasarkan dengan cepat habis terjual. Ini suatu bukti pengemar komik lokal masih ada. Diakui, gaungnya memang belum seberapa, namun setidaknya, angin segar tengah bertiup. Komik lokal, perlahan namun pasti, menata ulang langkah meraih kembali kejayaan yang tengah terenggut.
(Sumber:indosiar.com)
Langganan:
Postingan (Atom)
