Lokasi Pengoenjoeng Blog

Sabtu, 19 Desember 2009

LEDEK GOGIK, LUCU GILA...


SEKITAR tahun 1970-an, masyarakat Yogyakarta, dipukau oleh kehadiran teater rakyat jalanan seperti ledek gogik dan lainnya. Teater jalanan ini merupakan produk khas budaya lokal, yang tumbuh dan berkembang lewat tradisi mbarang (ngamen). Mereka hadir memukau masyarakat dengan tampilannya yang khas.

Lihat saja ledek gogik yang menggambarkan seorang laki-laki sedang menggendong boneka sebesar manusia. Uniknya, letak gendongan bukan di punggung, melainkan di dada. Karena itu, orang pun menyangka yang menggendong manusia justru si boneka. Bener2 lucu dan menggelikan….

Ee, sesuatu yang saya kira sudah tenggelam ditelan jaman itu ternyata saya temukan kemarin di lorong kampung dekat rumah di Jakarta. Ya, kemarin ada "ledek gogik" ngamen di dekat rumah.

Diiringi bunyi musik dari taperecorder, "orang yang digendong boneka" itu berlenggak lenggok seakan menari.

Dan karena saya tidak tahu persis apa itu artinya "gogik", maka saya sebut saja itu "ledek gokil". Ya, ledek gokil..., lucu gila!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar