Lokasi Pengoenjoeng Blog

Rabu, 20 Januari 2010

KARTU REMI KAGAK ADE MATINYE


Playing Cards namanya. Namun kita mengenalnya sebagai kartu remi. Dalam satu pak yang jumlahnya 52 lembar, ada empat jenis kartu (suit) yang berbeda: wajik, hati, sekop, dan keriting. Masing-masing jenis terdiri dari kartu berangka 2 sampai 10 serta kartu As, King, Queen, dan Jack. Selain itu, ada dua kartu tambahan; kartu Joker hitam dan merah.

4 macam ini artinya apa? Mengapa kok sekop, hati, wajik dan keriting? Ya entahlah, kata Papi ISS di Majalah Papyrus. Tapi ada dua warna: hitam dan merah melambangkan malam dan siang dalam sehari. 4 macam itu 4 musim dalam setahun. Jumlahnya satu warna ada 13 macam dari As sampai 10 ditambah jack, queen dan king. Yang paling ampuh yang ujung ujung tapi yang terampuh ya AS, alias 1. King yang nomor 13 saja kalah sama nomor 1.

13 x 4 = 52 itu melambangkan setahun ada 52 minggu. Dan kalau dihitung 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9 + 10 + 11 + 12 + 13 = 91. Karena ada 4 jenis maka total 91*4 = 364, lalu ada tambahan dua kartu joker yang jarang dipakai menjadi 364 + 1 = 365 atau ditambah 2 menjadi 366 yang melambangkan hari dalam setahun.

Ini waktu bikin apa ya sudah mikir sampai kesini apa cuma gotak gatuknya orang jaman sekarang ya?

Yo embuh. Yang terang, mula dulu Playing Cards merupakan benda koleksi kaum borjuis. Setiap lembar kartu merupakan karya seni yang tak ternilai harganya. Setiap kartu dilukis secara manual (hand-painted) dan tak jarang dihiasi emas. Di tangan para seniman, kartu-kartu ini menjadi barang berharga tak ternilai. Thomas De La Rue (1793 – 1866) dan Charles Goodall (1785 – 1851) merupakan dua seniman kartu yang cukup tersohor di era Victorian. Konon, koleksi kartu rancangan De La Rue ini laku terjual sebesar 12.000 poundsterling dalam sebuah lelang di Spanyol pada tanggal 30 November 1970.

Setelah ditemukannya mesin reproduksi warna pada awal abad 19, kartu-kartu ini tak lagi dilukis secara manual. Playing Cards mulai diproduksi secara massal. Disain kartu double-ended karya Goodall yang dilahirkan pada tahun 1860 merupakan disain kartu remi yang paling banyak diproduksi di seluruh jagad. Dan yang menarik dari kartu remi itu antara lain pada gambar King, Queen, dan Jack yang selalu simetris jungkir balik.

Selain untuk bermain remi, poker, bridge dsb., kartu remi itu juga menjadi bagian dari seni sulap.

Ya, kartu remi dari jaman dulu hingga sekarang memang kagak ade matinye, tetap disuke tetap bergune.

Gitu deh…

(Gambar dari google image)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar