Lokasi Pengoenjoeng Blog

Jumat, 30 Januari 2009

Lampu hemat energi..., apakah itu?

Kali ini kita justru akan bicara soal yang cukup mutakhir yakni soal "lampu hemat energi". Mengapa? Ya biar kita tidak dicap sebagai "orang jadul", menungsa jaman doeloe yang kagak ngikutin trend, kagak ngetrend...

Beberapa waktu belakangan ini cukup marak iklan tentang lampu hemat energi dan tahan lama. Katanya bohlam lampu yang daya listriknya cuma 8 watt bisa seterang lampu 40 watt. Yang 13 watt bisa sebenderang 60 watt, dst. Bener kagak sih ada model lampu kayak gitu? Kok bisa dia menghemat energi?

Konon ceritanya, lampu pijar biasa, terdiri atas kumparan kecil kawat tungsten yang dibungkus bola gelas berisi gas argon atau nitrogen. Saat bola lampu itu dinyalakan, suhu kawat tungsten mulai meninggi dan kawat mulai memancarkan panas. Dan ketika suhu kawat kian tinggi lagi, menjadi sekitar 2.200 derajat Celsius, kawat pun berpijar en memancarkan cahaya.

Suhu tinggi kawat itu akan menguapkan sebagian kecil kawat. Ini bisa kita lihat pada adanya bercak2 hitam di bola lampu setelah lampu dipakai cukup lama. Akibat penguapan, kawat itupun menipis hingga akhirnya setelah sekitar 1000 jam dipakai, bohlam pun is doood alias mati. Lampu biasa ini boros dan tidak efisien krena hanya 10% energi listrik yang diubahnya jadi cahaya. Yang 90% sisanya..., sekedar jadi panas doang.

Pada jenis yang baru, bola lampu hemat energi (lampu halogen), gas yang digunakan adalah gas halogen (seperti brom). Gas ini mampu bereaksi dengan bercak hitam kawat tungsten yang menguap gara2 suhu panas dan yang biasanya menempel di gelas, menghasilkan apa yang dinamakan metal halida. Metal halida ini akan menempel kembali di kawat tungsten. Dan karena tingginya suhu, metal halida pun pecah lagi menjadi logam tungsten serta gas halogen. Logamnya menjadi satu lagi dengan kawat tungsten, sementara gasnya akan bergabung dengan gas halogen lainnya di dalam gelas, sehingga terjadilah proses..., daur ulang tungsten. Nah, adanya proses daur ulang inilah yang membuat kawat tungsten itu awet, mampu bertahan 3 hingga 10 kali lebih lama daripada lampu pijar biasa.

Lha nanti saat lampu hemat energi sudah banyak dipakai orang secara luas, bagaimana nasib lampu pijar yang biasa? Ah.., ternyata tak hanya lampu minyak, bahkan lampu listrik pun bisa ketar ketir juga, terancam bakal masuk kotak sebagai barang jadul. Dan itu kiranya akan terjadi..., takkan lama lagi. Percayalah...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar