Lokasi Pengoenjoeng Blog

Jumat, 30 Januari 2009

Telegram, telegraph...




Mau bilang apa? Ditdit dahdah atawa ditdah ditdah...

Ya, itulah cara telegraph bicara, pakai bahasa/kode Morse.

Kode morse (ditemukan tahun 1836 oleh Samuel F. B. Morse dan Alfred Vail) merupakan salah satu cara untuk encoding (menyandikan) karakter yang biasanya digunakan dalam transmisi informasi telegrafik. Kode ini menggunakan rangkaian yang sudah distandarisasi elemen pendek dan panjangnya untuk merepresentasikan huruf, angka, tanda baca, dan karakter khusus untuk membuat pesan. Elemen pendek dan panjang tersebut dapat dibentuk dengan suara, tanda atau gelombang, on-off keying (semacam saklar nyala-mati) dan umumnya diketahui sebagai "dot" dan "dash" atau "dit" dan "dah".

Kode Morse Internasional tersusun dari 5 elemen:
1. tanda pendek, dot atau 'dit' (.) - panjang 1 satuan
2. tanda panjang, dash atau 'dah' (-) - panjang 3 satuan
3. pemisah intra-karakter (antara dot dan dash dalam 1 karakter) - panjang 1 satuan
4. pemisah pendek (antar karakter/huruf) - panjang 3 satuan
5. pemisah sedang (antar kata) - panjang 7 satuan

Kode morse ditransmisikan hanya dengan 2 tetapan (on dan off) sehingga dapat dikatakan bahwa kode morse adalah bentuk awal dari kode digital. Gitu deh...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar