Lokasi Pengoenjoeng Blog

Rabu, 30 September 2009

BENDERA SETENGAH TIANG

Hari ini, adalah tanggal 30 September 2009. Pada masa lalu, pada era pemerintahan Presiden Suharto, setiap tanggal 30 September instansi Pemerintah dan warga masyarakat, mengibarkan bendera setengah tiang.

Kalau dikaitkan dengan peristiwa G30S, maka pada tanggal 30 September 1965, para Pahlawan Revolusi masih dalam keadaan sehat walafiat.

Tragedi apakah gerangan, yang pernah terjadi pada tanggal 30 September, sehingga perlu diperingati dengan bendera setengah tiang? Mungkin ada yang bisa memberikan pencerahan? Demikian tanya pak Jacky Mardono disuatu milis yang saya ikuti.


Pada tanggal 30 September ya tidak ada tragedi apa2 yang perlu diperingati dengan bendera setengah tiang. Kalau tanggal itu kemudian diperingati ya sama aja bo’ong. Dan itu barangkali memang bo’ong. Nyatanya setelah era reformasi, setelah Pak Harto mengundurkan diri, Bendera Merah Putih setengah tiang pada setiap 30 September dan juga setiang penuh pada keesokan harinya tanggal 1 Oktober, tak lagi wajib dipasang di depan rumah. Tak ada lagi pemutaran film "Pengkhianatan G30S. Ya, setelah Reformasi segalanya menjadi terbuka…

Tahun 1965, pada tanggal 01 Oktober dinihari di Jakarta ada pembunuhan terhadap enam Jenderal, satu perwira, dan satu polisi. Di Yogyakarta ada pembunuhan terhadap dua perwira. Jadi, ada 10 korban jiwa. Tapi dalam hitungan 2-3 bulan setelah itu terjadilah pembantaian besar-besaran. Jadi bila adil mungkin pengibaran bendera “setengah tiangnya” nya bahkan harus sampai tiga bulan penuh. Lho?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar