Lokasi Pengoenjoeng Blog

Selasa, 26 Mei 2009

AMOY CUNGKUO

Sudah bukan rahasia lagi bahwa di pergantian abad 20 ke abad 21 ini Jakarta dibanjiri pelacur atau perek asing dari Tiongkok dan Uzbekistan.

Amei, seorang mucikari mengaku sudah 2 tahun lebih mengelola PSK asal China. Para amoy yang sering disebut Cungkuo, jadi dagangan utama yang dijajakannya di sebuah tempat hiburan di bilangan jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Sekali kencan tarip si Amoy minimal Rp 1,5 juta.

Namun tidak hanya sekarang saja, di masa silampun kupu2 malam asal mancanegara sudah hinggap di Jakarta semasa kota ini masih bernama Batavia. Pada akhir abad ke 19 hingga awal tahun 1900 an, ratusan bahkan ribuan pekerja sex asal Jepang yang dikenal dengan sebutan Karayuki San, membanjiri Nusantara, terutama di kota besar seperti Batavia, Medan, Palembang, Surabaya.

Kulit kuning langsat, wajah manis, gerak gerik manja, tutur kata lembut, itulah sosok para pekerja sex komersial atau Karayuki San yang turut direkam oleh para penulis besar Indonesia seperti Pramoedya Ananta Toer hingga Remy Silado.

Ya, soal binis esek2 nampaknya memang…, kagak ada matinya.

Gitu deh…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar