Lokasi Pengoenjoeng Blog

Selasa, 17 Februari 2009

Belajar Sepeda…


Dulu sekian puluh tahun lalu, kebanyakan sepeda berukuran besar dan disebut pit kebo, pit gakuk atau pit gacel. Jenisnya ada dua yaitu sepeda laki2 dan sepeda perempuan. Model sepeda yang berplantangan, berupa pipa besi melintang di antara sadel dan setang, itulah yang dinamakan pit lanang alias sepeda laki2, sedang yang tanpa plantangan disebut pit wedhok alias sepeda perempuan. Kenapa begitu? Jawabnya ada dilain waktu. Sekarang kita cerita soal pengalaman belajar sepeda.

Ternyata belajar naik sepeda itu tidak gampang lho. Perlu proses panjang. Pertama tama kita tidak langsung naik tapi belajar.., nuntun! Wah…, kalau ingat itu kita geli bener, membayangkan sosok bocah kurus kecil sedang nuntun sepeda "kegedean", berputar putar di halaman....

Lancar nuntun sepeda, barulah kita ke tahap berikutnya, yaitu "nyengklak". Sepeda kita lajukan dengan berlari, lalu..., mak clingkrik..., pantat pun nangkring di plantangan, dan sepeda melaju sendiri tanpa digeos, tanpa digenjot, tanpa dikayuh.

Setelah mahir menjaga keseimbangan, baru kemudian kaki mencoba meraih pedal. Tapi lantaran "kaki tak sampai", maka pedal kita kayuh, kita onthel secara "deglek deglek" alias ketowal ketawil. Ah…..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar