Lokasi Pengoenjoeng Blog

Selasa, 03 Februari 2009

NGEJAMAN, GEDUNG AGUNG dan sekitarnya.



Di kawasan sekitar Titik Nol Kilometer berdiri sejumlah bangunan tua bersejarah yang bukan hanya menjadi saksi perjalanan sejarah kota Jogja, namun juga menjadi bagian penting dari sejarah Republik Indonesia. Dan kini kita akan menjelajahinya mulai dari sisi kawasan paling utara.

Di depan Gereja Protestan di sebelah utara Gedung Agung, berdiri sebuah jam kota atau stadsklok. Area di seputarnya yang dahulu bernama Jalan Margomulyo ini biasa disebut Ngejaman. Jam ini didirikan tahun 1916, sebagai persembahan masyarakat Belanda kepada pemerintahnya untuk memperingati satu abad kembalinya Pemerintahan Kolonial Belanda dari Pemerintahan Inggris yang sempat berkuasa di Jawa pada awal abad ke-19.

Bangunan berhalaman luas di sebelah selatan Ngejaman adalah Gedung Agung. Gedung yang selesai dibangun pada tahun 1832 ini, dulu dipakai sebagai tempat tinggal para Residen dan Gubernur Belanda di Yogyakarta. Pada jaman penjajahan Jepang menjadi kediaman resmi Koochi Zimmukyoku Tyookan, penguasa Jepang di Kota Jogja. Dari tahun 1946 hingga 1949, gedung ini menjadi tempat kediaman resmi Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama, pada saat Kota Jogja menjadi ibukota Republik Indonesia. Kini, Gedung Agung adalah salah satu Istana Presiden Republik Indonesia yang berada di luar kota Jakarta. Gedung Agung ini merupakan bangunan yang sarat nilai sejarah, karena menjadi saksi berbagai peristiwa penting di Jogja.

Benteng Vredeburg berada tepat di depan Gedung Agung. Bangunan yang menjadi markas tentara pada jaman kolonial Belanda ini, sekarang berfungsi sebagai museum dengan nama Museum Benteng Vredeburg. Benteng ini dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1760 atas permintaan orang-orang Belanda. Bangunannya yang sederhana kemudian disempurnakan pada tahun 1787 dan kemudian diberi nama Benteng Rustenburg yang artinya benteng peristirahatan. Bangunan ini sempat rusak berat pada saat terjadinya gempa bumi besar pada tahun 1867. Setelah dilakukan pembenahan, namanya kemudian diganti menjadi Benteng Vredeburg, yang berarti benteng perdamaian. Masyarakat Jogja tempo dulu menyebut benteng ini dengan nama Loji Gedhe, sementara barak-barak tentara di belakangnya disebut Loji Cilik. (Gedung Agung yang berada tepat didepannya, karena memiliki taman yang luas, disebut sebagai Loji Kebon).
.
Di sisi barat, Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan, dahulu berdiri sebuah toko bernama NV Toko Europe yang menyediakan barang-barang impor untuk keperluan orang-orang Belanda. Setelah masa kemerdekaan, bekas bangunan toko ini dipergunakan oleh sejumlah kantor, diantaranya sebagai Kantor kementrian Penerangan, Kantor Persatuan Wartawan Indonesia, serta perwakilan Kantor Berita Antara.

Di sebelah timurnya, dulu berdiri Gedung Societet de Vereeniging atau Balai pertemuan yang dikenal masyarakat Jogja dengan nama Balai Mataram. Tempat ini merupakan tempat rekreasi orang-orang Belanda. Biliard adalah salah satu permainannya, sehingga gedung ini juga disebut Kamar Bola. Pada tahun 50-an, gedung ini digunakan sebagai bioskop rakyat dengan nama Senisono. Bioskop ini kemudian pindah ke salah satu sudut Alun-alun Utara dan berganti nama menjadi Soboharsono, yang saat ini telah berubah fungsi menjadi galeri seni. Hingga akhir tahun 80-an, Senisono menjadi pusat kegiatan seni budaya di Kota Jogja. Bekas NV Toko Europe dan Gedung Senisono telah dipugar dan saat ini menjadi bagian dari Istana Kepresidenan Gedung Agung.

Bangunan bertingkat yang masih berdiri kokoh di sisi selatan jalan sekarang dipergunakan sebagai Kantor Bank BNI. Pada jaman kolonial, gedung ini dipakai sebagai Kantor Asuransi Nill Maattschappij dan Kantor de Javasche Bank. Lantai bawah gedung ini, pada Jaman Jepang dipergunakan sebagai Kantor Radio Hoso Kyoku, Pada awal kemerdekaan studio digunakan sebagai Studio Siaran radio Mataram yang dikenal dengan nama MAVRO.

Di sisi timur, di seberang Gedung Bank BNI, saat ini berdiri Kantor Pos Besar Yogyakarta. Pada jaman Kolonial Belanda, fungsinya ya tidak jauh beda, yaitu sebagai kantor pos, telegraf dan telepon. Di sebelah timur gedung kantor pos berdiri Kantor Perwakilan Bank Indonesia. Dulunya kantor de Indische Bank.

Nah, gedung sekolahan SD (dulu SR) dan SMP Bruderan Pangudi Luhur terletak di Kidul Lodji, persisnya di belakang gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia. Pintu gerbang sekolahan ada di depan, di samping dan di belakang. Saya bisa masuk ke sekolahan melalui jalan Panembahan Senopati, atau lewat belakang Kantor Pos atau via samping gedung bioskop Soboharsono.

O ya.., pasar Beringharjo adanya di sisi utara, di seberang Ngejaman. Lha Malioboro di mana?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar