Lokasi Pengoenjoeng Blog

Kamis, 12 Februari 2009

Sri, Lungguh, Gedhong, Loro, Pati

Ada lima unsur yang digunakan oleh orang Jawa untuk menentukan cocok tidaknya sebuah nama yang disandang, yaitu: kesatu-sri, kedua-lungguh, ketiga-gedhong, keempat-loro dan kelima-pati.

Untuk mendapatkan unsur itu, suatu nama perlu ditranspose dulu menjadi angka. Caranya dengan menggunakan media aksara jawa, ha na ca ra ka dst.

Baris pertama aksara jawa adalah: ha na ca ra ka. Masing2 aksara itu mewakili angka 1,2,3,4 dan 5.
Baris keduanya: da ta sa wa la, dan angka yang diwakili juga 1 s/d 5.
Baris ketiga pa dha ja ya nya, dengan angka yang diwakili 1 hingga 5.
Baris terakhir, ma ga ba tha nga, dan angkanya 1 sampai 5 juga.
Jadi aksara2 yang berada di larik (nyebute larik, baris opo kolom ya?) yang sama, seperti aksara ha, da, pa dan ma, bernilai sama yaitu 1. Demikian seterusnya.

Lha kalau perhitungan itu diterapkan pada nama papilon, misalnya, maka nilainya akan seperti berikut:
Pa = 1 (pa)..., pa, da, ja, ya, nya.
pi = 1 (pa)..., pa, da, ja, ya, nya.
lo = 5 (la)..., da, ta, sa, wa, la.
n = 2 (na)..., ha, na, ca, ra, ka.

Nilai totalnya = 9

Nah, angka 9 inilah yang kemudian diproyeksikan ke unsurnya sbb:
Angka 1 = sri
Angka 2 = lungguh
Angka 3 = gedhong
Angka 4 = loro
Angka 5 = pati

Setelah angka 5, perhitungan kembali lagi ke asal. Jadi angka 6 = sri, angka 7 = lungguh, angka 8 = gedhong dan angka 9 = loro.

Sesuai hitungan, maka nama Papilon yang memiliki nilai 9, jatuh pada unsur..., loro!

Wah.., ini cilakak, karena unsur loro dan pati memiliki konotasi negatif yaitu hidupnya bakal tersendat, kurang mujur, siaaal, dan lora-loro alias sakit2an. Unsur pati lebih parah, karena menyimpan makna umur pendek. Sementara tiga unsur lain, sri, lungguh dan gedong bermakna positif, baik dalam kedudukan atau jabatan dan juga baik dalam ekonomi.

Dadi, kepiye ini? Karena nama Papilon ternyata jatuhnya "loro" alias kurang mujur, apa perlu diruwat dan diganti? Apa perlu biar nilainya jadi 11 dan jatuhnya pas di unsur SRI yang positif itu, nama Papilon diganti jadi..., Papilontong? Ha ha ha...

Ada2 saja...

Papilon.
(Dari Papyrus, majalah elektronik).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar