Lokasi Pengoenjoeng Blog

Senin, 09 Februari 2009

Poniyem alias Yeni, Wagiyem alias..., Tetty


Tak hanya sebagai nama pasar, nama Jawa asli itu, pon, legi, wage, paing, banyak juga dipakai untuk menamai anak orang. Dulu, nama seperti ini bukan barang langka, Ponirah, Ponijan, Wagiyo, Wagiyem, Legirah, Paimin, Paiman, Paijo dll.

Tentang nama asli Jawa ini, papi Rayhard di majalah Papyrus berkomentar begini:
Sekurangnya kita sekarang tahu kalau Wage, Kliwon, Legi, Pahing dan Pon adalah kata Jawa asli, dan itulah yang membuat nama banyak orang Jawa : Wagiman atau Wagimin, Legiman atau Legimin (?), Paiman atau Paimin, Paijan, Poniman ataupun Ponimin.

Tapi lha kok Kliwonman atau Kliwonmin ataupun Kliwoniyem nggak ada ya? Mungkinkah "n" dan "m" jarang ditemukan bersama-sama? Juga, apakah Kliwon kurang mentereng? (Memang saya pernah mendengar nama orang "Kliwon", tapi tanpa embel2 “man” atau “min”).

Dan kenapa gadis Jawa sekarang ini tidak lagi memakai nama2 asli seperti itu, tetapi malahan memilih nama Tetty, Titiek, dsb? Mangkali malu ah, penyanyi huebat kok namanya Paijem!! Mungkinkah ada tendensi bahwa orang "malu" akan keasliannya?

Ya..., itulah komentar papi Ray yang sekarang bermukim di Australi.
Piye Jal?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar