Lokasi Pengoenjoeng Blog

Selasa, 03 Februari 2009

JOGJA, kota gudeg

Jogja selain terkenal dengan tempat-tempat wisata dan budaya, juga terkenal dengan makanan tradisionalnya. Salah satunya adalah gudeg. Gudeg Jogja ini punya rasa manis yang khas. Dan makanan tradisional yang manis ini juga menjadi trade mark kota Jogja. Begitu terkenalnya gudeg sebagai makanan khas Jogja, sehingga Jogja terkenal juga sebagai ‘Kota Gudeg’.

Gudeg, enaknya dimakan dengan nasi hangat dan sambal krecek. Kalau gemar pedas, sambal krecek bisa ditambahkan. Kombinasi nasi hangat, gudeg dan sambal krecek (serta telur ataupun daging ayam, tahu ataupun tempe) ini bisa membuat banyak orang ketagihan…

Gudeg Jogja tidak hanya digemari oleh orang Jogja tapi juga oleh dulur dari luar daerah. Mereka bisa menikmati gudeg di rumah makan atau di bakul gudeg lesehan. Selain itu gudeg juga bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh khas Jogja dalam kemasan kotak karton, besek bambu, atau kendil.

Atau panjenengan sampeyan pengin mencoba masak sendiri dengan resep gudeg di bawah ini?

Resep Gudeg.
Bahan – bahan :
daging ayam 1/2 kg
nangka muda 1/2 kg
telur ayam 4 butir
tahu putih ukuran sedang ( medium) 6
kelapa tua 1 buah (diparut)
daun jati 4 – 6 lembar.

Bumbu-bumbu :
bawang merah 6 biji
bawang putih 8 siung
ketumbar 1 1/2 sendok teh
laos 2 ruas jari
kemiri 7 buah
daun salam 4 lembar
gula merah 2 sendok makan
garam 1 sendok makan

Cara memasak :
parut kelapa , beri air sedikit, peras dan ambil santannya 750 cc
rebus telur dan kupas kulitnya
cuci bersih dan potong-potong nangka muda
rebus nangka muda bersama daun jati.
Tiriskan dan memarkan nangka muda yang sudah direbus
Haluskan semua bumbu kecuali laos dan daun salam
Masukkan semua bahan dan bumbu ke dalam panci
Rebus semua bahan dan bumbu dengan santan sampai santan hampir habis
Sesudah masak, makanan ini siap dihidangkan untuk 5 orang, sebagai teman makan nasi hangat.

Dari jaman dulu sampai sekarang resep Gudeg ya begitu itu. Lha kalau soal cara menyantapnya sih…, semua kita juga tahu, di ma’em nyam nyam nyam gitu. Jaman dulu (jadul) sarapan saya seringnya ya sego gudeg ini. Walau daging ayamnya cuma sa'suwir, atau telur ayamnya cuma sa'ipit alias sedikit, no problem. Pokoknya sekali gudeg tetap gudeg. Gitu deh...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar