Lokasi Pengoenjoeng Blog

Senin, 15 Juni 2009

AT Mahmud dan Lagu Anak2

PELANGI pELanGi Alangkah Indahmu


Merah Kuning Hijau Di Langit Yang Biru


Inilah sepenggal syair lagu anak2 jaman dulu berjudul Pelangi buah karya AT Mahmud. Di masanya dulu, lagu ini sangat populer. Namun keadaan berubah. Kini, tak sedikit ibu-ibu muda yang resah karena anak-anaknya lebih suka lagu-lagu asmara anak muda ketimbang lagu-lagu anak-anak. Program televisi populer macam IDOLA CILIK menampilkan anak-anak dalam gaya orang dewasa.

Kecil-kecil kok sudah pacaran? Kecil-kecil kok putus cinta? Anak-anak sekarang fasih menyanyikan: "Ingin kubunuh pacarmu...."

Yah, sudah banyak kritik, masukan, kecaman, tapi penyelenggara program "anak-anak" di televisi tutup mata. Yang penting, bagi pengusaha televisi, adalah iklan banyak, uang masuk. Urusan pendidikan anak-anak, pembinaan generasi muda... nomor 47.

Kita, masyarakat biasa, mau bilang apa? "Agamanya" pengusaha televisi memang iklan, rating, dan uang! Dan itu pasti tidak akan pernah ketemu dengan idealisme pendidikan atau urusan character building seperti yang kerap dipidatokan Bung Karno.

Di tengah situasi industri televisi, yang kurang punya misi pendidikan anak, saya terharu menyaksikan profil Bapak AT Mahmud di TVRI, Selasa pagi, 9 Juni 2009. Pak Mahmud ini berkacamata, kumis tebal, rambut memutih, pita suaranya sudah kendor. Sudah sulit membidik nada-nada secara tepat.

Abdullah Totong Mahmud lebih dikenal dengan AT Mahmud. Pada 1970-an dan 1980-an Pak Mahmud sangat akrab dengan anak-anak Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. TVRI, satu-satunya televisi masa itu, hanya bisa ditangkap dengan pesawat televisi hitam putih.

Anak-anak duduk ramai-ramai di depan TV milik tetangga atau TV umum di balai desa untuk menyaksikan "barang mewah" itu. Di pelosok Flores, kami harus jalan kaki atau naik sepeda onthel sejauh 25 kilometer agar bisa melihat TV hitam putih milik Baba Tionghoa di kota kecil. Sampai sekarang pun desa-desa terpencil di Flores belum bisa dijangkau televisi, kecuali pakai parabola. Hehehe...

Nah, Pak AT Mahmud ini sangat terkenal karena acaranya LAGU PILIHANKU sangat pas dengan jiwa anak-anak. Tampilan acara sangat sederhana. Polos, tidak pakai kemasan yang mewah, ala IDOLA CILIK dan sejenisnya. Juga tak pakai komentator-komentator yang sok pintar itu. Pak AT Mahmud hanya dibantu istrinya, Ibu Mulyani, sebagai pembawa acara.

Lantas, anak-anak TK di Jakarta [tentu sudah dilatih] membawakan lagu anak-anak ciptaan AT Mahmud. Ada cerita singkat tentang latar belakang lagu, proses penulisan, semua dalam bahasa anak-anak. Notasi angka dan balok diperkenalkan. Jadilah melodi dan syair yang enak.

Suasananya mirip pelajaran seni suara di kampung-kampung Flores. Bapak/Ibu Guru mula-mula menulis notasi angka di papan tulis yang hitam, pakai kapur tulis cap "Sarjana" [harapannya agar anak-anak SD di kampung kelak jadi sarjana]. Guru membuat ketukan dengan tongkat. Memperkenalkan solmisasi. Anak-anak membunyikan not sampai benar. Lantas, dibawakan syairnya.

Pak AT Mahmud, seperti disampaikan di TVRI, menulis sekira 500 lagu anak-anak. Lagu paling populer tentulah PELANGI. Siapa sih yang tidak tahu lagu abadi itu? Di era digital ini pun, saya kira, orang tua Indonesia yang paling modern sekalipun pernah mengajarkan buah hatinya lagu pendek nan indah ini.

"Pelangi, pelangi, alangkah indahmu.
Merah kuning hijau di langit yang biru.
Pelukismu agung, siapa gerangan
Pelangi, pelangi, ciptaan Tuhan".

AT Mahmud mengatakan, semua lagu ciptaannya terinspirasi oleh putri tercintanya, Rika Vitriani. Rika kecil melihat pelangi nan indah di langit selepas hujan. "Pak, apa itu?" tanya si kecil.

AT Mahmud kemudian menemukan nada dan syair yang indah. Lain waktu Rika diajak keluar rumah ketika bulan purnama. Rika nyeletuk, "Pak, ambilkan bulan itu!" Lantas, tercipta lagu AMBILKAN BULAN.

Luar biasa, justru dari pengalaman kanak-kanak yang lugu, apa adanya, jujur, biasa-biasa saja, lahir ratusan komposisi nyanyian untuk anak-anak Indonesia. Pak Mahmud mengaku sangat berbahagia karena karya-karyanya telah menemani sekian juta anak Indonesia dalam proses tumbuh kembangnya. Pak Mahmud ini tipe pendidik sejati.

Beliau benar-benar pahlawan anak-anak. Terima kasih, Pak AT Mahmud!

Oleh: Lambertus L. Hurek

Gitu deh…

2 komentar:

  1. Hai …Nama saya Kak Zepe
    Saya punya banyak koleksi lagu anak-anak.
    Saya sudah punya 30-an koleksi lagu anak terbaru
    Dan sudah dipakai oleh beberap Paud dan TK di
    Seluruh Indonesia….
    Semoga Bermanfaat!
    Klik saja: http://www.lagu2anak.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Kalau ada yang cari lagu anak-anak jadul, diplesetin menjadi lagu yang bertemakan pendidikan, bisa ditemukan dengan meng-klik
    http://lagu2anak.blogspot.com/2010/11/balonku-lagu-anak-plesetan-kak-zepe.html

    BalasHapus