Lokasi Pengoenjoeng Blog

Selasa, 16 Juni 2009

Payung Kertas, Payung Jadul

Giliran hujan saja kita orang pada ribut nyari payung. Lha tadi saat terang cuaca, ngapa kagak sedia?

Katanya, dari berbagai sumber, payung alias umbrella berasal dari bahasa latin "umbra", yang berarti bayangan. Ditemukan sejak 4 ribu tahun lalu. Mulanya payung kuno itu didesain khusus untuk melindungi pemakai dari terik siang hari. Namun kemudian bangsa China membuat payung berfungsi juga sebagai pelindung terhadap hujan. Mereka menggunakan lilin dan lak sebagai pelapis kertas agar payung itu waterproof, anti air.

Di abad ke 16, payung menjadi populer terutama di Barat, di negara-negara Eropa Utara yang memang kerap sekali turun hujan. Pada mulanya payung hanya dianggap sebagai aksesoris kaum wanita. Lalu seorang petualang dan penulis Persia, Jonas Hanway (1712-86), mulai sering membawa payung sono kemari di depan publik, sehingga akhirnya payung dipakai juga oleh pria. Para pria di Inggris menyebut payung itu sebagai "teman jalan."

Toko payung pertama di Inggris namanya toko "James Smith and Sons". Toko tersebut berdiri sejak tahun 1830, dan lokasinya masih sama hingga saat ini yaitu di 53 New Oxford St., London, Inggris.

Awalnya, payung di Eropa dibuat dari kayu atau tulang ikan paus dan ditutup kain kanvas yang diberi minyak. Kemudian diberi sentuhan seni dengan gambar warna warni dan gagang yang melengkung terbuat dari kayu keras, macam kayu ebony dll.

Pada tahun 1852, Samuel Fox menemukan rangka besi guna menyangga kain payung. Selanjutnya desain teknik payung lebih terfokus pada cara bagaimana menutup atau melipat payung itu agar lebih praktis saat di bawa.

Gitu deh...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar