Lokasi Pengoenjoeng Blog

Senin, 01 Juni 2009

KEMANAKAH PERGINYA LEDEK GOGIK DAN JATILAN ITU?

SEKITAR tahun 1970-an, masyarakat Yogyakarta, dipukau oleh kehadiran teater rakyat jalanan seperti ledek gogik, jatilan dan lainnya. Teater jalanan ini merupakan produk khas budaya lokal, yang tumbuh dan berkembang lewat tradisi mbarang (ngamen). Mereka hadir memukau masyarakat dengan tampilannya yang khas.

Lihat saja ledek gogik yang menggambarkan seorang laki-laki sedang menggendong boneka sebesar manusia. Uniknya, letak gendongan bukan di punggung, melainkan di dada. Karena itu, orang pun menyangka yang menggendong manusia justru si boneka. Bener2 lucu dan menggelikan….

Jatilan, apalagi. Dia memukau dengan gerak tarian panjang yang berpuncak pada kesurupan. Dalam kesurupan itu, pelaku makan beling/pecahan kaca, serenyah mengunyah peyek kacang. Pasti deh setiap kali terdengar bunyi kendang dan gamelan ditabuh, ning nong ning nong…, saya lari menuju sumber suara itu, menuju lapangan dekat rumah untuk menonton orang “njatil”.

Tapi sekarang kemana ya mereka2 itu. Kemanakah ledek gogik dan jatilan itu pergi?

(Sayang sekali saya tidak berhasil menemukan foto “Ledek Gogik” yang unik itu).

Gitu deh…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar