Lokasi Pengoenjoeng Blog

Sabtu, 13 Juni 2009

Priyayi..., wis jan

Seorang pegawai negeri, pejabat pemerintahan dan sebangsanya di Jawa pada jaman dulu disebut priyayi. Derajat priyayi dianggap lebih tinggi ketimbang bakul alias pedagang.

Maka tak heran kalau para orang tua (jaman dulu) menginginkan anaknya untuk sekolah tinggi dan jadi pegawai negeri. Ada harapan, selain ntar bakalan terpandang, bakal jadi priyayi, seorang pegawai negeri pasti bisa deh jadi..., kaya raya. Bagaimana logikanya, orang tidak lagi mempersoalkan....

Khalayak juga menganggap lumrah saja kalau ada pejabat ini, atau pejabat itu, yang pegawai negeri, memiliki vila ini, vila itu, atau punya bukit ini dan bukit itu. Dipandang lumrah kalau ada pejabat punya lima rumah mewah dan lima mobil mewah plus lima motor gede. Masyarakat malah heran kalau ada pejabat tapi kok tidak punya apa2...

Betul, hingga kini di masyarakat yang disebut sukses itu adalah punya pangkat, jabatan dan kaya. Sehingga kalau seseorang ingin jadi polisi, jaksa, hakim, bankir, bupati, atau menteri, sebetulnya tidaklah selalu untuk memenuhi idealismenya sejak kecil, yakni ingin berbakti dengan tulus ikhlas kepada nusa dan bangsa, tetapi lebih banyak sebagai sarana untuk mencari "sukses", mencari "kaya" dalam pengertian diatas.

Wis jan...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar