Lokasi Pengoenjoeng Blog

Sabtu, 13 Juni 2009

Pass away alias…, nggeblak

Ada istilah “nggeblak” atau geblak, yang dikenal oleh masyarakat Jawa sebagai tradisi slametan yang diadakan persis di saat seseorang meninggal. Menurut saya istilah nggeblak itu terkesan kasar, tidak sehalus istilah seda, atau tilar donya misalnya. Tentang hal itu, papi Rayhard di majalah elektronik Papyrus berkomentar.

Memang waktu saya kecil saya mendengar istilah mengenai hari saat orang meninggal sebagai "dina geblake si Anu". Mungkinkah di masa lalu kebanyakan orang meninggal dunia dari posisi berdiri, dan jatuh kegeblak? Bagaimanapun mereka itu tidak mati karena dijegal, tetapi istilah geblak atau jatuh tersungkur memang merupakan metafora yang baik untuk menyatakan akhir hidup seseorang.

Di jaman ketika orang "lebih halus" perasaannya, tentu saja ada eufemisme, penghalusan kata kasar, maka tilar, seda, kembali ke rumah Bapa dipakai. Di Barat pun ada istilah "pass away", "go", "decease". Sementara kata-kata seperti "drop dead", "kick the bucket", "bite the dust" dikhususkan untuk penggunaan kasar.

Gitu deh…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar