Lokasi Pengoenjoeng Blog

Jumat, 03 April 2009

BATU MULIA, BATU BERHARGA, RATNA MUTU MANIKAM


Cincin permata siapa yang tak suka. Kilat maupun warnanya, wow… cantik nian. Seandainya bumi ini transparan tentu kita akan dapat menyaksikan merah, biru, hijau atau kuningnya batu-batu mulia itu di tempat asalnya nun jauh di kedalaman sana. Sayang keadaan tidaklah demikian. Perut bumi yang padat dan gelap telah menyembunyikan pesonanya selama jutaan masa. Oleh karenanya kita menjadi takjub tak terkira ketika batu warna warni bak pelangi itu muncul ke permukaan. Di bawah cahaya sinar matahari, mereka seakan berlomba memamerkan keindahannya. Piye Jal?

Kepadatan perut bumi serta temperatur magma yang super panas telah menjadi salah satu biang sebab terjadinya kristal-kristal batu mulia. Disaat magma sedang dalam puncak gairah, sedang hot-hotnya, beberapa jenis kristal berharga bahkan sudah mulai terbentuk. Mula-mula butir intan kemudian diikuti oleh yang lainnya. Melalui kegiatan vulkanik maupun tektonik, letusan gunung berapi ataupun gempa bumi, magma mendidih itu keluar dari dapurnya menuju ke permukaan, mencari hawa segar.

Magma keluar mengendap-endap sampai akhirnya malah mengendap beneran. Senggol-senggolan dengan batuan di sekelilingnya tidak membuat magma kegerahan, tapi sebaliknya malah membuatnya kehilangan panas, kedinginan. Dan seiring dengan perjalanannya itu terbentuk pula berbagai batu mineral yang diantaranya tergolong sebagai batu mulia, batu berharga, ratna mutu manikam.

Dari sekitar 2000 jenis batu mineral yang dapat dikenali, hanya ada 100 jenis yang merupakan batu mulia. Dari sejumlah itu cuma 16 jenis saja yang dianggap cukup penting yaitu: Beryl, Chrysoberil, Corundum, Diamond, Fieldspar, Garnet, Jade, Lazurite, Peridot, Opal, Quartz, Spinel, Topaz, Tourmaline, Turquise dan Zircon.

Tanpa campur tangan manusiapun batu-batu mulia itu sudah menawan. Apalagi ketika kemudian berhasil disulap menjadi perhiasan, lengkap dengan bumbu cerita seputar khasiat serta tetek-bengek kisah mistik lainnya. Wah,… jadi sangat menggoda. Tidak hanya ladies saja tapi gentlemen juga mudah tergoda olehnya. Bahkan Tesi yang berperan sebagai banci dalam komedi srimulat itupun tergila-gila. Saking gilanya kesepuluh jari tangannya dibiarkan tetap mekar selama berjam-jam, paling tidak selama pentas. Jemarinya dipenuhi oleh cincin batu segede bayi kura-kura. Kalau dituruti bisa jadi bandul kalungnya akan sebesar induk kura.

Memang, banyak alasan orang untuk gandrung kepada batu perhiasan. Ada yang benar-benar jatuh hati, ada yang niatnya untuk investasi, ada yang demi gengsi atau demi untuk pamer. Ada yang menganggapnya sebagai jimat, aji pangestu, pengasihan, aji kekuatan dan keberuntungan. Atau memakainya sekedar untuk lucu-lucuan seperti yang Tesi lakukan itu. Yang terang, mengenakan berbagai asesoris batu, apapun jenisnya, rasanya..., wiiih gimana gitu !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar