Lokasi Pengoenjoeng Blog

Kamis, 23 April 2009

Kerupuk…, kriuk kriuk


Asyiknya makan krupuk, karena dia itu “kriuk2”. Jadi kalau krupuk itu melempem alias tidak kriuk lagi…, ya kagak asyik deh.

Entah dari mana asal si krupuk itu, yang terang sejak jaman baheula saya sudah biasa menikmatinya. Wis tho, pokoknya kalau makan tidak disertai lauk krupuk, rasanya kurang afdol, kurang marem dan yang pasti kurang kriuk…

Dan untuk menjaga agar tidak melempem, biasanya kerupuk itu ditempatkan di wadah kaleng. Wadah kaleng itu modelnya begitu khas, juga berwarna warni, ada merah, biru, kuning, hijau, dan dikenal dengan sebutan kaleng kerupuk. O ya, satu sisi kaleng kerupuk itu sengaja dibuat “berkaca”, agar kita bisa mengintip isinya dan…, ngiler dah.

Tapi kenapa sih kok kerupuk bisa melempem dan lembek? Katanya sih itu lantaran kerupuk mengandung garam. Dan garam itu punya sifat higroskopis alias memiliki kecenderungan “menyerap” air atau uap air. Padahal uap air khan ada di mana-mana di sekeliling kita. Jadi kerupuk otomatis akan ”menyerap” uap air tersebut. Akibatnya jadi lembek alias melempem lah kerupuk kita.

Kaleng kerupuk yang tertutup rapat sudah cukup untuk menjaga agar kerupuk tidak menyerap air. Kalau gitu, habis ambil kerupuk, jangan lupa tutup lagi kalengnya. Dan soal “menjaga isi kaleng” inilah yang kadang kita masih lupa. Kita pintar dan bisa membuka serta mengambil isi, tapi masih saja sering tidak ingat untuk memelihara yang tersisa, membiarkan kaleng tetap terbuka tak ditutup lagi. Akibatnya ya rusaklah semuanya dan orang lain terpaksa melongo…, tidak kebagian kerupuk kriuk kriuk kriuk.

Gitu deh…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar